Penerjemah Bahasa Tersumpah dan Tantangan Yang Dihadapinya

Penerjemah tersumpah perlu memiliki tiga kemampuan dasar, yaitu: (i) mengenal dengan baik sumber dan budayanya, b) mengenal dengan baik bahasa sasaran dan budayanya, dan c) mengenal dengan baik pokok pikiran dokumen hukum.

Pada saat menerjemahkan, bekerja pada tiga tataran secara bersamaan.

Bilamana kata tertentu memiliki padanannya dalam bahasa sasaran, penerjemah dapat bekerja pada tataran kata-per-kata.

Hal ini baik untuk kata tunggal, namun bilamana dua kata berkolokasi atau bilamana suatu teks memiliki kalimat penguat, segala sesuatunya dapat menjadi lebih rumit karena jumlah dan kisaran makna, dan kemungkinan kolokasi kata bahasa sumber tidak pernah sama dengan kolokasi padanan kamusnya.

Seringkali penerjemah harus bekerja pada tataran gagasan (yang mungkin atau mungkin tidak sama dengan tataran kalimat), menerjemahkan gagasan Indonesia menjadi gagasan padanannya dalam bahasa Inggris, bahkan jika sebagian kata dibiarkan apa adanya, ditambahkan atau diubah seluruhnya.

Inilah dimana perlunya mengenal dengan baik budaya kedua bahasa.

Dengan menggunakan ketiga kemampuan diatas, memilih padanan terdekatnya dalam bahasa sasaran untuk setiap kata atau gagasan.

Terjemahan tidak dapat diterima jika menyalahi ejaan, aturan sintaksis atau kebiasaan budaya bahasa sasaran.

Juga tidak dapat diterima jika terjemahan tersebut mengubah makna teks asli atau jika terjemahan tersebut memperkenalkan perubahan yang tidak perlu.

Penerjemah tersumpah harus mempertimbangkan semua hal ini dan melakukan manipulasi bahasa dalam konteks yang mengikat secara hukum, mempertaruhkan reputasi dan tanggung jawabnya dengan setiap terjemahan.

Jenis dokumen yang memerlukan adalah terjemahan untuk keperluan resmi atau mengikat secara hukum.

Bagi pengacara, penerjemah tersumpah menerjemahkan surat panggilan dan putusan pengadilan dan segala sesuatu diantaranya.

Bagi notaris, penerjemah tersumpah menerjemahkan surat kuasa, surat wasiat, akta, kontrak jual beli dan lain-lain.

Kedutaan besar memerlukan terjemahan tersumpah untuk visa tinggal, perusahaan memerlukan dokumen resmi untuk otoritas luar negeri dan seterusnya.

Bilamana ingin tahu apakah dokumen memerlukan terjemahan tersumpah atau tidak, jawaban cepatnya adalah bahwa terjemahan tersumpah diperlukan untuk tujuan resmi/pemerintahan/yudisial.

Semua penerjemah tersumpah dapat menerjemahkan dokumen resmi sehari-hari diatas.

Selain itu, kebanyakan penerjemah memiliki minat lain yang telah memberikan mereka pengetahuan diatas rata-rata dalam sebagian bidang spesialisasi.

Penerjemah tersumpah dapat dikenakan hukuman atas keterangan palsu jika menerjemahkan dokumen palsu, sehingga penerjemah tersumpah harus melakukan pengecekan ini, dan penerjemah tersumpah harus mengambil asuransi profesi untuk pembelaan dalam kasus keterangan palsu.

Pada dasarnya penerjemah tersumpah hanya menerjemahkan dari dokumen asli (yang harus dilihat dengan mata kepala sendiri) dan jika kita tidak dapat menemukan dan mengecek sumber dokumen asli, jangan pernah menerjemahkannya.

Itulah tips sederhana yang dapat disampaikan kali ini. Semoga bermanfaat bagi para pembacanya.

Hakim Tertawa Dengar Interupsi Pengacara Terdakwa JIS

Neil mengenakan kemeja putih dilengkapi rompi tahanan kejaksaan berwarna merah didampingi oleh penerjemah tersumpah, Susan, mendengarkan pertimbangan putusan majelis hakim. Sementara terdakwa lainnya, Ferdinand Tjiong masih menunggu di ...